Showing posts with label Menulis Enjoy-Enjoy Sajalah. Show all posts
Showing posts with label Menulis Enjoy-Enjoy Sajalah. Show all posts

Monday, 19 December 2016

Menulis (5.0) Para Penulis

PARA PENULIS

Achoey el-Haris
Lahir di Ciamis dan tinggal di Bogor. Menulis puluhan buku; solo, duet dan antologi bersama. Aktifis GPM Bogor Raya, pendiri Komunitas Blogger Bogor & Wakil Ketua Komunita TDA Bogor Raya. Owner kedai Mie Janda yang aktif juga jadi motivator di Alus Spirit. Twitter: @cucuharisMJ FB: http://www.facebook.com/cucuharis.

Amelia Az-Zahra
Lahir 27 Februari 1994 di Jakarta. Saat ini sedang menyusun skripsi serta belajar untuk ujian nihongo noryoku shiken N1. Penulis sangat berharap agar bisa lulus dalam ujian tersebut, karena sertifikat kelulusan ujian tersebut sangat penting untuk memasuki mimpi-mimpi penulis di masa yang akan datang.

Aris Rahmanto Yusuf
Karyanya, Berdoa Bersama (Taddarus Puisi, Dewan Kesenian Kabupaten Mojokerto 2014), Memo Untuk Presiden (Forum Sastra Surakarta 2014), Puisi Ramadhan (Majelis Sastra Bandung 2014), Menebar Asa di Enam Musim (Pena House 2014), Bunga Rampai Terminal Sastra 2014 (KKL 2015), Majapahit Dalam Puisi (KKL 2015) dan menerbitkan antologi puisi duet Lelaki Hujan (Pena House 2014). Puisi-puisinya dimuat di Metro Riau, Denpasar Pos dan Malang Pos. Saat ini bergiat di LILIPUT (Lingkar Literasi Putih). FB:Aris Rahman Yusuf dan twitter: @Aris_Yusuf27.

Menulis (4.7): Menulis Impian

Raudatur Ridha
Mahasiswa PLB Unlam

BERAWAL dari akun facebook yang menarik minat saya untuk membaca sebuah tulisan di foto yang di-upload. Akun facebook tersebut memposting hal-hal yang menarik tentang menulis. Saya bersyukur pernah dibimbing pada pelatihan menulis yang diadakan di Unlam saat itu. Disanalah saya mulai mengagumi sosok pemilik akun tersebut. Apa sebenarnya yang dapat saya lakukan agar bisa menerbitkan buku? Banyak pertanyaan muncul dibenak ketika Beliau bercerita tentang produktivitas menulis.

Ya, saya suka menulis, namun terkadang tidak percaya diri. Membaca tulisan mereka yang hebat menulis, saya minder dan berhenti. Sempat terpikirkan, tulisan saya hanya pantas untuk dibaca sendiri. Sekalipun berkeinginan menerbitkan buku sendiri, namun tidak ada kesempatan untuk itu. Nah, postingan Pak EWA untuk menulis karya bersama, menjadikan bersemangat menulis.

Bapak EWA dosen di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin yang memotivasi mahasiswa untuk menulis. Satunya diantaranya dengan mengajak menulis bersama. Banyak buku beliau yang telah diterbitkan. Lebih penting, Beliau menghargai karya mahasiswa, hingga menanamkan ke diri saya bahwa setiap hal bisa menjadi tulisan.

Menulis (4.6) Meningkatkan Level Menulis

Esa Puspita Ginanjar
GPM Bandung

MENULIS tentang pengalaman menulis, rasanya campur aduk. Menetapkan diri untuk konsisten menulis satu tulisan dalam satu hari di blog saja masih sulit. Alasannya yang diapungkan biasanya tidak mempunyai ide atau sibuk sama kegiatan mengurus anak atau bisnis. Kalau sudah demikian, kehendak untuk menulis dan menerbitkan buku sendiri semakin jauh dari kenyataan. Sekalipun demikian, tentu tidak boleh mudah menyerah.
 
Menulis itu gampang-gampang susah. Gampang kalau ada ide untuk diceritakan (ditulis), entah itu cuma curhat pengalaman pribadi, menulis pengalaman sehari-hari, resep makanan yang berhasil (ataupun gagal) dibuat atau sekadar menuliskan sekelebat ide yang tiba-tiba muncul yang jika tidak dituliskan langsung biasanya nanti akan buyar. Susah ketika mencari-cari ide untuk menulis. Padahal ya kalau sudah menulis, ide muncul begitu saja.

Ada kalanya muncul keinginan untuk menuliskan semua ilmu yang didapat menjadi sebuah catatan pribadi untuk dibagi, tetapi kemudian terpikir, eh ini pantas apa tidak untuk di-share ke publik? Apa perlu minta izin kepada pengisi materinya apa tidak? Padahal tangan tidak sabar untuk menuliskannya, merangkum isi materi di blog.

Menulis (4.5) Menulis Bukan Mimpi Bro!

Erry Damajanti
GPM Bandung

BAGI saya, menulis merupakan aktivitas mengasyikan dan telah menjadi kebutuhan untuk menuangkan apa yang ada di otak. Hal menyenangkan, menyedihkan, yang membuat galau, yang diinginkan, atau apa pun yang ada pada diri, yang dirasa pancaindra dituangkan dalam kata-kata. Manakala karena kondisi tertentu tidak mampu diungkapkan melalui lisan, maka disalurkan melalui cerita, tanpa menuliskannya.
 
Artinya, menulis merupakan lakuan menkongkretkan ide, gagasan, kesenangan atau kesusahan, kegembiraan atau kegalauan yang menjadikan perasaan dan pikiran lega. Ya, bila susah menuliskan sesuatu, ya dibicarakan, katakanlah semacam curahan hati (curhat). Kalau curhat yang dibicarakan dengan orang-tua atau teman tidak memungkinkan, andalan dengan menuliskannya di diary. Diary adalah ladang curhat paling menyenangkan yang mana kita dapat menuliskan apa saja.

Begitulah, awalnya saya menyalurkan kegemaran menulis dengan menuliskan apa yang dirasakan dan dipikirkan ke dalam diary untuk konsumsi pribadi. Diary sebagai sarana curhat teramat pribadi, karena takut kalau dibaca orang lain. Hal-hal yang dicurhatkan adakalanya memakai sandi yang menunjuk kepada sesuatu, hal-hal tertentu. Jadi, apa pun yang ditulis tidak akan diketahui orang lain.

Menulis (4.4) Bersilaturrahim dan Berbagi

Badijo
GPM Ciputat

MENYITIR alasan Jarwo kepada Bang Haji bila ditegur soal gayanya mencari uang dalam animasi Adit dan Sopo Jarwo: “Hehe, biasa Bang, nyari tambahan”, kira-kira begitulah awal ketertarikan saya untuk menulis. Saya ingin mencari penghasilan tambahan.
 
Sebagai karyawan tata usaha di sekolah swasta, gaji saya pas-pasan. Saya ingin pendapatan tambahan bukan untuk gaya hidup yang semakin hedonis, tetapi untuk memenuhi kebutuhan seperti untuk membeli smartphone, laptop atau kendaraan.

Pikiran saya, jika menulis cerpen atau opini untuk media cetak tentu akan mendapat honor. Begitu pula kalau menulis buku tentu akan mendapatkan royalti. Kalau beberapa tulisan dimuat media cetak dalam sebulan dengan honor Rp.250.000,00-Rp.1.500.00,00 atau mendapatkan royalti buku 10% dari penerbit tentu sangat membatu finansial.

Begitulah niat awal saya menceburkan diri ke dunia tulis menulis. Ibarat sebuah bangunan, niat awal itu bagaikan sebuah fondasi. Karena itu saya berupaya membangun fondasi itu agar kokoh dan kuat. Setelah pondasi itu terbangun, saya mulai menyusun bagian-bagian bangunan yang lain.

Menulis (4.3) Proses Kreatif dan Hikmah Menulis

Aris Rahman Yusuf
Admin Lingkar Literasi Putih Mojokerto

AWALNYA, menulis bagiku sebagai terapi untuk mengurangi masalah. Saat galau, saat sedang kesal, saat tidak ada yang bisa diajak komunikasi dengan tulisan aku “berbicara.” Saat mengenal blog (multiply) tahun 2009 aku menulis puisi, kata-kata mutiara, pengalaman sehari-hari dan sebagainya. Dari situ aku mengenal banyak penulis seperti Pipiet Senja, Asma Nadia dan lain sebagainya. Sekalipun tidak berkomunikasi aku membaca karya-karya mereka.
 
Pada tahun 2010 aku mulai rajin searching facebook para penulis. Aku “berkenalan” Bang Rudiyant dan berguru menulis melalui chatting. Aku pun berkenalan dengan banyak penulis dan berteman penulis di facebook serta grup-grup kepenulisan. Aku mulai gencar menulis setelah mengenal penerbit-penerbit indie seperti Leutika Prio, Hasfa Publisher. Kedua penerbit tersebut sering mengadakan lomba menulis.

Tetapi, dari tahun 2010 akhir sampai 2011 akhir, tidak satu pun tulisanku lolos. Puisi pertamaku lolos seleksi even puisi 7 baris yang diadakan oleh Grup Untuk Sahabat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Karena sering tidak lolos dan merasa uang dibuang sia-sia ke warnet, tahun 2012 aku berhenti menulis. Prestasi terbaikku, satu puisiku dimuat di Smart Linggau Pos.