ME-MANAGE MARAH
Ersis pernah dicaci-maki? Marah. Onde mandeh, bukan pernah, tetapi sering. Menulis ini salah, menulis itu salah. Salah melulu. Buat apa marah. Lebih bijak, menanam tekad, akan menulis lebih berkualitas. Maafkan saja, dan terus menulis. Pikiran lega perasaan nyaman.
Hal demikianlah yang menjadikan aktivitas menulis tidak terganggu.
0 Comment to "Menulis: Bagian Keempat “Me-Manage Marah”"
Post a Comment