MENSIASATI
KENDALA-KENDALA
Dikritik sampai dihujat, manakala kita cerdas memaknainya, ibarat pupuk penguat tekad. Semakin tinggi pohon dibutuhkan akar penguat, dan deraan angin untuk menguatkan akar. Apa pun yang datang dari luar diri jangan sampai menumbangkan semangat dan tekad. Penentu diri seseorang dirinya. Orang-orang bodoh saja yang kalah dengan cemeehan.
0 Comment to "Menulis: Bagian Ketiga “Mensiasati Kendala-Kendala"
Post a Comment