Wednesday, 7 December 2016

Menulis (5.4): Menulis Jawaban Pertanyaan Saya

Riza Umami
Mahasiswa Jurusan BSI UIN Malang

MENJADI seseorang yang introvert membuat saya begitu sulit mengungkapkan apa yang dirasakan. Saya hanya bisa diam dan terus diam, seakan dunia baik-baik saja, padahal hujan badai sedang terjadi dalam batin. Saya menyimpan semua yang dialami dan rasakan, baik yang menyenangkan atau menyesakkan tanpa ada seorangpun yang tahu. Padahal, hal tersebut sangat menyiksa batin sampai akhirnya saya menemukan solusi untuk masalah saya tersebut.

Menulis adalah solusinya. Menulis adalah aktivitas yang begitu menyenangkan dimana saya dapat mengeluarkan semua unek-unek yang ada di pikiran dan batin, menceritakan semua masalah yang saya pendam selama ini. Saya membagi dan menceritakan semua yang ingin saya ceritakan melalui tulisan. Dengan menulis perlahan saya mulai menghilangkan hal yang begitu menyiksa batin, yaitu menyimpan semua masalah saya sendirian. Saat saya menulis saya merasa tidak sendirian lagi karena saya bersama dengan mereka para pembaca tulisan saya dimana tanpa disadari mereka juga mendengarkan keluh kesah yang saya tulis dalam tulisan saya.

Seiring waktu, saya menemukan kendala-kendala dalam menulis. Kendala terbesar adalah mewujudkan apa yang ada di pikiran menjadi tulisan. Dalam pikiran, saya bisa memikirkan semua masalah yang ingin dituangkan yang mengalir begitu saja, tetapi ketika tangan memegang pena pikiran tiba-tiba tertahan sehingga tidak bisa disalurkan untuk menggerakkan tangan di atas kertas. Alhasil apa yang ditulis hanya mewakili sedikit dari apa yang dipikirkan. Di pikiran begitu banyak masalah yang ingin disampaikan tetapi hanya sedikit yang bisa dituliskan.

Merangkai kata juga salah satu faktor yang menyebabkan saya sulit untuk mewujudkan apa yang ada di pikiran menjadi tulisan. Merangkai kata bukan perkara mudah bagi saya karena saya tidak tahu mana kalimat yang baik dan kurang baik. Diksi yang saya miliki juga masih terbatas dan sulit menemukan kata-kata yang cocok. Hal-hal seperti itulah yang membuat saya kesulitan dalam merangkai kata.
Bagaimana mengatasinya? Lama saya mencari jawabannya. Saya membaca berbagai referensi tetapi menjadi semakin bingung karena kurang sesuai dengan masalah yang tengah saya hadapi. Saya belum menemukan jawaban atas pertanyaan saya walaupun sudah berusaha mencari dan mengeluarkan waktu dan tenaga untuk mendapatkannya. Waktu terus berlalu tetapi saya masih belum mendapatkan jawaban. Hal tersebut menjadikan saya sulit dalam menulis dan menjadi malas-malasan menulis.

Saya terus sibuk mencari jawaban untuk pertanyaan saya mengenai solusi untuk kendala saya dalam menulis sehingga saya lupa hal terpenting dari menulis. Saya baru sadar bahwa hal terpenting dari menulis adalah menulis itu sendiri. Saya baru mulai untuk menulis, sudah hal wajar jika saya menemui kesulitan dalam melakukan sesuatu yang baru saya mulai tetapi jangan sampai kesulitan yang muncul itu menjadikan saya malas bahkan berhenti untuk menulis. Akhirnya, saya paham yang harus dilakukan berhenti mencari jawaban dari pertanyaan tersebut dan melanjutkan tulisan. Biarlah waktu yang akan membuat saya menjadi terbiasa menulis sehingga menulis menjadi kebiasaan.

Menulis ternyata tidak sesulit yang saya kira. Ketika mulai menulis, hal pertama yang harus dilakukan adalah menulis dan hal yang harus terus dilakukan adalah menulis. Tidak peduli seberapa jelek, biasa atau bagus tulisan saya, saya terus menulis karena menulis adalah jawaban dari kendala-kendala tersebut.

Jangan takut untuk salah, tulisan dicoret atau jelek. Biarlah saya menghasilkan tulisan yang sangat jelek, tetapi saya sudah berani menulis. Menulis apa yang ingin saya tulis, hal-hal yang menjadi unek-unek yang ingin saya ceritakan kepada orang lain. Saat saya menulis, saya bisa menulis apa saja yang saya inginkan dan menjadi diri saya sendiri tanpa dipengaruhi oleh siapapun.

Bila dipikirkan ada begitu banyak kendala dan kesulitan dalam menulis, kendala dan kesulitan tersebut tidak akan sirna jika hanya diam dan tidak melakukan apapun. Mulailah menulis dan teruslah menulis maka satu persatu dari kendala-kendala dan kesulitan-kesulitan tersebut akan terpecahkan. Menulis adalah tentang kebiasaan, semakin sering menulis maka semakin terbiasa seseorang untuk menulis sehingga mahir menulis.

Menulis melakukan.

Share this

0 Comment to "Menulis (5.4): Menulis Jawaban Pertanyaan Saya"

Post a Comment