Wednesday, 7 December 2016

Menulis (5.3): Mengatasi Masalah Menulis Ya Menulis

Muhammad Fadhil Al Amal
Mahasiswa Jurusan TI UIN Malang

DAPAT dipastikan banyak orang berkeinginan untuk menulis, baik menulis cerita, artikel maupun menulis karya ilmiah. Alasan keinginan menulispun beragam, mulai dari iseng-iseng, ingin menjadi penulis terkenal, maupun karena tugas. Karena itulah, satu diantara tujuan pelajaran Bahasa Indonesia untuk memberi bekal tata cara menulis yang baik dan benar.\

Namun sayangnya, sekalipun pembelajaran Bahasa Indonesia diberikan sejak dari sekolah dasar, masih sangat banyak orang yang mengatakan “Menulis itu susah” atau “Aku tidak bisa menulis.” Keinginan kuat, pengetahuan luas, pemahaman tata bahasa menulis saja tidak cukup untuk menjadikan seorang penulis. Yang tidak kalah penting, menulis. Ya, menulislah yang menjadikan seseorang menjadi penulis.

Tetapi karena itu muncul pertanyaan: mulai menulis dari mana? Atau, mulai menulis apa? Jika pertanyaan tersebut muncul maka ambillah kertas dan pulpen atau buka laptop kalian dan mulailah menulis apa saja yang menjadi hambatan kalian ketika ingin memulai menulis. Tuliskan semua alasan-alasan yang menghambat kalian menjadi seorang penulis.

Jika kalian tidak memiliki kata-kata untuk mengungkapkan alasan-alasan tersebut maka cukup tuliskan poin-poinnya. Tidak perlu membentuk paragraf. Tidak perlu takut jika tidak tersusun. Tidak masalah.

Setelah menulis alasan-alasan tersebut, tuliskan solusi apa yang bisa kalian gunakan untuk mengatasi alasan-alasan yang telah ditulis. Tidak perlu memikirkan solusinya, cukup tulis apa yang ada di pikiran. Tidak perlu memikirkan solusi yang logis, cukup tuliskan saja. Walaupun solusi yang dituliskan tidak logis dan tidak masuk akal, cukup ditulis. Tuliskan dengan bahasa santai dan biarkan jari-jari tangan menari. Jangan menghapus tulisan yang telah ditulis.

Setelah selesai tambahkan kalimat di akhir tulisan. Selanjutnya tuliskan bahwa kalian siap menulis buku. Setelah selesai, berdirilah dan tersenyumlah. Bukankah kalian telah menjadi seorang penulis, telah menyelesaikan tulisan yang sangat berharga dan penting. Biarkan orang membaca tulisan tersebut. Walaupun mereka menertawakan jawablah dengan lantang: “Ini tulisan pertamaku yang merupakan jalanku menjadi seorang penulis”.

Salam menulis.

Share this

0 Comment to "Menulis (5.3): Mengatasi Masalah Menulis Ya Menulis"

Post a Comment