KUNGKUNGAN. Menulis dipastikan menjadi keinginan banyak orang, tetapi
tidak sedikit yang kecewa, karena tidak semudah yang dibayangkan.
Berbagai hambatan kemudian menjadi belenggu sehingga menulis menjadi
susah dan menyusahkan. Padahal, bahwa sesungguhnya, menulis tidak
sesusah yang dibayangkan, menulis itu mudah, sangat mudah malahan.
Ya, menulis menjadi sesuatu yang mudah dan memudahkan manakala (calon)
penulis berhasil mematahkan belenggu-belenggu menulis yang membalut
mindset sehingga menjadi mental block. Karena itu, manakala seseorang
berkehendak menulis dia harus ”membereskan” dirinya, membebaskan diri
dari belenggu-belenggu menulis. Belenggu tersebut berupa mindset yang
mengalahkan potensi bawaan yang begitu dahsyat, yaitu potensi menulis.
Buku ini bermuatan gagasan yang dirakit dari pengalaman, bahwa
menghancurkan belenggu menulis dilakukaan berdasarkan penyadaran diri
dengan membangun mindset menulis mudah. Menulis mudah dapat diraih
dengan memposisikan diri sebagai pembelajar sepanjang hayat dalam arti,
menulis, menulis, dan terus menulis. Menulis sebagai lakukan belajar.
Dengan demikian, lakuan tidak menjadikan pihak di luar diri sebagai
”kambing hitam” kegagalan menulis. Tepatnya, membenahi diri sendiri dan
me-manage hal-hal di luar diri berkontribusi konstruktif dalam membangun
kemampuan dan keterampilan menulis. Manakala kemampuan dan keterampilan
menjadi bagian diri, menulis beranjak posisinya sebagai kebutuhan
berlandaskan kemauan diri.
Selamat membaca. Selamat memindai dan mempraktikkan kiat-kiat menghancurkan belenggu-belunggu menulis menuju menulis mudah.
Salam menulis.
Banjarbaru, 7 Juni 2015.
0 Comment to "Menulis: Kata Pengantar Buku “Menulis Menghancurkan Belenggu”"
Post a Comment