Friday, 9 December 2016

Menulis: Kata Pengantar Buku “Menulis Menghancurkan Belenggu”

KUNGKUNGAN. Menulis dipastikan menjadi keinginan banyak orang, tetapi tidak sedikit yang kecewa, karena tidak semudah yang dibayangkan. Berbagai hambatan kemudian menjadi belenggu sehingga menulis menjadi susah dan menyusahkan. Padahal, bahwa sesungguhnya, menulis tidak sesusah yang dibayangkan, menulis itu mudah, sangat mudah malahan.
Ya, menulis menjadi sesuatu yang mudah dan memudahkan manakala (calon) penulis berhasil mematahkan belenggu-belenggu menulis yang membalut mindset sehingga menjadi mental block. Karena itu, manakala seseorang berkehendak menulis dia harus ”membereskan” dirinya, membebaskan diri dari belenggu-belenggu menulis. Belenggu tersebut berupa mindset yang mengalahkan potensi bawaan yang begitu dahsyat, yaitu potensi menulis.

Buku ini bermuatan gagasan yang dirakit dari pengalaman, bahwa menghancurkan belenggu menulis dilakukaan berdasarkan penyadaran diri dengan membangun mindset menulis mudah. Menulis mudah dapat diraih dengan memposisikan diri sebagai pembelajar sepanjang hayat dalam arti, menulis, menulis, dan terus menulis. Menulis sebagai lakukan belajar.

Dengan demikian, lakuan tidak menjadikan pihak di luar diri sebagai ”kambing hitam” kegagalan menulis. Tepatnya, membenahi diri sendiri dan me-manage hal-hal di luar diri berkontribusi konstruktif dalam membangun kemampuan dan keterampilan menulis. Manakala kemampuan dan keterampilan menjadi bagian diri, menulis beranjak posisinya sebagai kebutuhan berlandaskan kemauan diri.
Selamat membaca. Selamat memindai dan mempraktikkan kiat-kiat menghancurkan belenggu-belunggu menulis menuju menulis mudah.

Salam menulis.

Banjarbaru, 7 Juni 2015.

Share this

0 Comment to "Menulis: Kata Pengantar Buku “Menulis Menghancurkan Belenggu”"

Post a Comment