Tuesday, 6 December 2016

Menulis: (2.3) Real Society Pada Tataran Ide

Halimatus Sa’diyah
Dosen PPBA UIN Malang

DALAM pembelajaran bahasa, keterampilan menulis termasuk bagian keterampilan kebahasaan yang menjadi target dalam pengembangan skill pelajarnya. Menurut Ghazali dalam bukunya “Pembelajaran Ketrampilan Berbahasa Dengan Pendekatan Komunikatif-Interaktif” (2010: 294): “Pengembangan kemampuan menulis melibatkan banyak jenis kompetensi dan ketrampilan dalam menggunakan struktur-struktur linguistik, sosiolinguistik dan wacana”.

Aktivitas menulis bagi pemula, termasuk saya, menulis begitu menguras kemampuan kebahasaan. Sebagaimana diketahui, bahasa tulis sangat berbeda dengan bahasa lisan. Dalam tulisan kita harus memenuhi beberapa syarat yang tidak berlaku pada bahasa lisan agar penulisan tetap efektif. Hal tersebut tidak hanya terkait dengan jenis tulisan apa yang akan dituangkan, apakah fiksi ataukah non-fiksi, tetapi juga yang sangat penting adalah pemilihan dan penentuan ide pokok dari tulisan yang akan disajikan. Sehingga, penekanan pada pengembangan ide dan informasi serta tingkat keakuratan pemilihan diksi dalam bahasa tulisan sangat perlu diperhatikan.

Kesulitan yang dialami pemula berikutnya adalah penemuan ide tulisan ilmiah yang berbasis pada “real society” atau berbasis pada kondisi sosial yang sedang update di masyarakat. Hal ini merupakan kelemahan yang dialami penulis pemula dalam mengarahkan tulisan agar dapat mengena terhadap tujuan yang terkait dengan kondisi sosial masyarakat dan dihubungkan dengan bidang keilmuan yang lain.

Penemuan ide tulisan berbasis “real society” bagi saya membutuhkan daya nalar dan tingkat pencarian informasi yang mendalam, artinya tidak hanya sekedar menulis tulisan yang terkait dengan sosial semata tanpa mengandung sesuatu yang baru. Hal tersebut menyiratkan sekaligus mensyaratkan begitu pentingnya materi sekaligus penguasaan dan pemahaman bahasa sehingga tulisan menjadi benar dan menarik untuk dibaca.

Dalam sebuah pelatihan karya tulis di Forum Lingkar Pena (FLP) tahun 2000-an saya mengikuti pelatihan menulis cerpen. Tema pelatihan saat itu tentang Ramadhan. Hampir semua penulis, menulis seperti saya, artinya standar saja dan tidak mengandung unsur sosial. Sampai saat ini saya masih ingat, ada mahasiswa Yogyakarta yang menuliskan cerpen yang mendapatkan apresiasi bagus dari para narasumber dengan judul “Ramadhanku Berujung Duka”. Singkatnya, cerpen tersebut berisi kondisi sosial masyarakat yang suka berhutang demi mengadakan selamatan ketika menyambut datangnya Bulan Ramadhan.
Meskipun cerita pengalaman saya di atas terkait dengan karya fiktif, namun ide tulisan yang mampu mengangkat situasi sosial dan penyegaran pada idenya pasti akan mampu membuat pembaca tertarik dan menemukan ide dari sebuah tulisan yang dibacanya.

Oleh karena itu, apabila ide tulisan sebuah karya ilmiah yang terkait dengan kondisi sosial dan mampu menawarkan sesuatu yang kongkrit serta ide baru yang terkait dengan masyarakat dan dikolaborasikan dengan keilmuan lainnya, maka hasil karya tersebut akan membawa dampak yang luar biasa pada tingkat antusias masyarakat dalam menerima ide tulisan tersebut.

Untuk menemukan ide “real society” dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti bahan bacaan (buku, koran, jurnal, dsb), objek (seperti tempat kejadian perkara), pelaku atau subjek (orang yang melakukan). Adapun cara untuk mendapatkan informasi dapat diperoleh dengan membaca secara mendetail, wawancara secara mendalam, dialog atau sharing, melakukan observasi dan pengamatan, serta cara lainnya sampai penulis mendapatkan ide yang sesuai dengan kondisi sosial secara nyata.

Sedangkan untuk menggabungkan ide “real society” dengan bidang keilmuan, maka setiap orang memiliki basic keilmuan yang berbeda, sehingga keilmuan yang telah ditekuni itulah yang dapat dikolaborasikan dengan ide pertama tadi.
Sebagai contoh tema “Antara Tahajud dan Kelembutan Bahasa Seseorang” dapat dijadikan sebagai tulisan ilmiah, mengingat tema tersebut terkait dengan “real society”, yaitu Salat Tahajud dan kelembutan hati seseorang serta ditinjau dari keilmuan bahasa atau Linguistik.

Selamat berkarya. Semoga bermanfaat.

Amin.

Share this

0 Comment to "Menulis: (2.3) Real Society Pada Tataran Ide"

Post a Comment