Tuesday, 6 December 2016

Menulis (2.4): Kondisi Menguntungkan Bagi Seorang Penulis

Heri Cahyo
Pendiri Grup PNBB

SAYA terkadang  merasa iri kepada orang-orang yang berada pada kondisi yang sangat menguntungkan untuk bisa menulis, setelah menjadi tulisan, tulisan tersebut dibaca dan disukai banyak orang, dan menghasilkan uang. Anda ingin tahu kira-kira seperti apa kondisi menguntungkan tersebut?

Kondisi saat anda berada pada budaya dan lokasi asing. Tentu anda bertanya: Budaya dan ”lokasi asing” yang bagaimana? Yang saya maksud adalah budaya yang ”lokasi asing” bagi pembaca anda dimana budaya atau ”lokasi asing” tersebut merupakan suatu tempat yang, baik anda maupun target pembaca anda, belum mengetahuinya.
Budaya-budaya dan ”lokasi asing” tersebut tidak harus di luar negeri, yang kalau anda berkunjung kesana memerlukan waktu tertentu dan dana yang banyak, tetapi bisa saja budaya dan lokasi asing di dalam negeri. Sangatlah sedikit atau bahkan belum ada yang mengulas tentang hal tersebut.
Lantas apa saja yang bisa diulas dari budaya dan ”lokasi asing” tersebut?
Banyak lokasi dan ”lokasi asing”, mulai dari hal-hal remeh-temeh seperti kebiasaan masyarakat daerah tertentu yang cukup unik dan bahkan bisa dibilang nyeleneh dibandingkan budaya di tempat anda tinggal, kondisi alam, tentang cara masyarakat menjalani kehidupan sehari-harinya, sampai masalah makanan dan mungkin kemajuan ”teknologi canggih” yang ada di daerah tersebut.

Saya mempunyai pengalaman unik ketika menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) sekitar 20 tahun yang lalu. Di desa Kalisari, kecamatan Banyu Glugur, desa di puncak gunung kapur yang letaknya tepat di atas PLTU Paiton Probolinggo. Masyarakat di desa Kalisari pantang minum es degan (kepala muda), padahal di sana banyak sekali tumbuh pohon kelapa. Nah, teman-teman KKN saya sangat suka meminum degan dan ”hobi” meminta degan kepada warga, dan warga dengan suka cita memanjatkan beberapa buah degan hijau yang masih segar untuk dinikmati bersama-sama.

Tetapi ada satu hal yang membuat kami heran adalah ketika masyarakat sana terheran heran ketika kami rela berpayah-payah turun ke bawah gunung sejauh 15 kilometer untuk membeli esbatu (balok), maklum di desa tersebut tidak ada aliran listrik. Ketika teman-teman meminum es degan yang sangat lezat tersebut, masyarakat terbengong-bengong. Kami pun terbengong-bengong keheranan mengapa masyarakat desa tersebut tidak mau menikmati es degan yang kami buat dan kami usahakan bersusah payah.

Misteri tersebut terpecahkan di akhir bulan ke 2 saat kami hendak mengakhiri KKN. Ternyata pernah kejadian dimana seorang warga desa Kalisari meninggal gara-gara minum es degan. Sejak saat itu warga desa Kalisari tidak mau lagi meminum es degan. Oalaaa … Ya, masih banyak lagi, hal-hal unik, konyol, lucu dan mungkin menyeramkan yang menjadi budaya suatu masyarakat yang belum diketahui pembaca.

Kalau anda berhasil mengeksplorasi hal-hal semacam ini, maka banyak orang yang akan membaca dan menanti tulisan-tulisan anda. Jadi tidak heran kalau suatu ketika anda naik pesawat dan saat anda membaca majalah yang ada di kursi pesawat tersebut dan menemukan artikel tentang perjalanan yang isinya seperti yang saya tuliskan yang ditulis oleh seorang ”Profesional Traveller”. Baru dengar istilah Profesional Traveller?

Profesional Traveller adalah seorang yang pekerjaannya “jalan-jalan” dan dari ”jalan-jalan” tersebut dia membuat reportase dari tempat yang dia kunjungi dan mendapatkan uang. Para Profesional Traveller tidak hanya sekadar menuliskan perjalanan ”amatir” dengan biaya sendiri, tetapi dibiayai pihak lain. Ya, para Profesional Traveller dikontrak perusahaan tertentu yang biasanya berhubungan dengan wisata untuk melakukan perjalanan dan menuliskan perjalanannya. Biaya perjalanan? Ya itu tadi, seluruh biaya perjalanan ditanggung perusahaan plus honor yang jumlahnya tidak sedikit. Menyenangkan bukan?

Saya mempunyai kenalan seorang blogger yang hobinya jalan-jalan dan berwisata kuliner. Suatu ketika, saat dia ada “tugas” dari sebuah perusahaan kecap nasional yang sedang mengadakan festival selama beberapa hari di Malang, dia mengajak bertemu. Saya menemuinya di sebuah hotel berbintang di kawasan elit kota Malang. Setelah ngobrol ke sana ke mari, dia bercerita bahwa tugasnya meliput festival sebagai tugas dari perusahaan yang mensponsori acara tersebut. Yang sangat menyenangkan,dia diperbolehkan membawa istri dan dua anaknya selama meliput festival tersebut. Setengah berbisik menyebutkan honornya.
“Kira-kira separoh harga sebuah mobil baru” .
Nah, menurut anda berapa besarnya honor kawan saya tersebut?
Berikut ini adalah kondisi yang kedua yaitu “Berprofesi Khusus atau Unik”

Yang saya maksud ”berprofesi khusus dan unik”  itu bisa terjadi pada semua profesi asalkan yang bersangkutan memang mempunyai sudut pandang atau lebih khusus mempunyai keahlian tertentu yang tidak dimiliki oleh kebanyakan profesi tersebut.
Untuk mudahnya saya berikan contoh nyata. Beberapa waktu yang lalu saya ikut upgrading pelatihan pengadaan barang dan jasa untuk instansi pemerintah selama 5 hari. Pelatih (trainer) 2 orang yang cukup disegani di dunia pengadaan. Kedua-duanya berumur kurang dari 38 tahun.

Orang pertama belum 10 tahun menjadi PNS sementara orang kedua resign dari PNS setelah mengabdi 10 tahun. Yang menarik kedua orang tersebut sering menjadi nara sumber atau  konsultan pengadaan barang dan jasa sampai tingkat kementerian. Lalu, apa kaitannya dengan menulis yang menghasilkan uang?
Ya, kedua orang tersebut sama-sama “getol” menulis hal-hal yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa. Blog pribadi kedua orang tersebut menjadi rujukan bagi para praktisi pengadaan barang/jasa pemerintah, tidak hanya dari kalangan pemerintah, tetapi juga dari kalangan penyedia (perusahaan yang menjadi pemasok kebutuhan pengadaan barang/jasa di lingkungan pemerintahan).

Pada suatu sesi istirahat saya selalu menyempatkan untuk mengobrol dengan keduanya. Yang sangat menarik dari perbincangan saya dengan satu di antara mereka adalah cerita bagaimana “suka duka” sang trainer tersebut ketika menerbitkan buku tentang pengadaan barang dan jasa untuk pertama kalinya. Mulai ditolak penerbit, mengurus sendiri dan mengirim buku yang dia tulis kepada pemesan, sampai-sampai istrinya yang sedang hamil harus jadi asisten  menangani pemesanan buku dari penjuru Indonesia. Menurutnya, dari penerbitan buku pertama, dia mampu membeli mobil baru. Membeli mobil dari menerbitkan buku? Begitulah adanya. Harap diketahui, jangankan membeli mobil baru, banyak penulis yang kaya raya dari hasil menulis.

Akan halnya soal menerbitkan buku, sekarang kondisinya berbalik. Kalau dulu buku yang hendak diterbitkannya ditolak penerbit, sekarang malah dia ”diburu” penerbit agar menulis buku (lagi) untuk diterbitkan. Buku karyanya 4 (empat) buku dan sudah pula dalam bentuk digital yang bisa diunduh dari toko online android (play store). Untuk mengunduh buku karyanya pengunduh harus membayar sekian puluh ribu rupiah dan Sang Trainer mendapat royalti dari penjualan melalui penjualan di play store.

Demikianlah contoh profesi unik atau langka yang saya maksud. Dari segi pekerjaan, sebagai PNS pangkatnya tergolong rendah, tetapi dia mempunyai keahlian yang tidak banyak orang mampu mempelajari keahlian. Padahal, keahlian tersebut dibutuhkan oleh instansi-instansi pemerintah dan para penyedia jasa yang konsumennya adalah instansi pemerintah.

Masih banyak contoh lain dari profesi yang unik dan kabar gembiranya, anda bisa menjadi dan mempunyai profesi yang unik dan langka –apapun pekerjaan yang anda tekuni saat ini– asalkan anda mau mengeksplorasi lagi profesi anda tersebut secara mendalam. Profesi berbasis keahlian khusus tersebut manakala anda tuliskan akan menghasilkan ”uang sampingan” yang bisa lebih banyak dari gaji anda.
Tentu, profesi unik atau langka tersebut bisa mempunyai arti yang sebenarnya, dalam artian profesi utama yang tidak semua orang bisa atau bahkan tahu bagaimana menjalani profesi tersebut.
Di era internet yang sudah menjadi bagian penting dalam segala bidang kehidupan ini, ada profesi yang mungkin tidak pernah terpikirkan atau ada sebelumnya, dan kalaupun sudah ada, hanya sedikit orang yang mampu melakukannya.
Mau tahu contohnya?
Penjual blog zombie!
Wah profesi apa pula itu?
Secara singkat profesi tersebut adalah dimana seorang yang jualan blog-blog yang sudah pernah mati atau di hapus oleh pemiliknya dan oleh orang yang punya keahlian tersebut, blog-blog tadi dihidupkan dan dijual.

Ya dijual, karena bisa jadi blog-blog yang sudah berumur tua dan mempunyai Page Rank, Page/Domain Authoriti yang tinggi kalau dijual harganya bisa tinggi pula. Harganya biasanya mulai dari Rp.10.000,00 sampai Rp 300 ribu. Bahkan, untuk blog-blog zombie yang pernah hebat harganya bisa sangat mahal.

Kalau anda masih penasaran silahkan masukkan kata kunci “jual blog zombie” (hilangkan tanda petiknya) di google dan silahkan baca-baca hasil pencarian google tersebut. Ya itu sedikit contoh tentang profesi unik dan langka yang bisa menguntungkan bagi seorang penulis. Sesuatu yang jangankan orang kebanyakan melakukan, memikirkan saja tidak. Anda sudah pernah melihat blog-blog zombie? Nah, itu kan. Banyak hal ”tersembunyi” di dunia ini yang sesungguhnya bermanfaat.

Sekali lagi, apapun profesi anda, anda bisa menjadi dan memiliki potensi untuk menuliskan profesi anda, baik itu nantinya bisa anda jadikan sebagai sumber utama penghasilan anda, atau menjadi penghasilan sampingan seperti yang saya lakukan dengan kedua situs saya : http://www.jasaghostwriter.net dan www. jobhuntingcenter.com

Anda berminat?

Mulailah sekarang juga …

Share this

0 Comment to "Menulis (2.4): Kondisi Menguntungkan Bagi Seorang Penulis"

Post a Comment