Heri Cahyo
Pendiri Grup PNBB
SAYA terkadang merasa iri kepada orang-orang yang berada pada
kondisi yang sangat menguntungkan untuk bisa menulis, setelah menjadi
tulisan, tulisan tersebut dibaca dan disukai banyak orang, dan
menghasilkan uang. Anda ingin tahu kira-kira seperti apa kondisi
menguntungkan tersebut?
Kondisi saat anda berada pada budaya dan lokasi asing. Tentu anda
bertanya: Budaya dan ”lokasi asing” yang bagaimana? Yang saya maksud
adalah budaya yang ”lokasi asing” bagi pembaca anda dimana budaya atau
”lokasi asing” tersebut merupakan suatu tempat yang, baik anda maupun
target pembaca anda, belum mengetahuinya.
Budaya-budaya dan ”lokasi asing” tersebut tidak harus di luar negeri,
yang kalau anda berkunjung kesana memerlukan waktu tertentu dan dana
yang banyak, tetapi bisa saja budaya dan lokasi asing di dalam negeri.
Sangatlah sedikit atau bahkan belum ada yang mengulas tentang hal
tersebut.
Lantas apa saja yang bisa diulas dari budaya dan ”lokasi asing” tersebut?
Banyak lokasi dan ”lokasi asing”, mulai dari hal-hal remeh-temeh seperti
kebiasaan masyarakat daerah tertentu yang cukup unik dan bahkan bisa
dibilang nyeleneh dibandingkan budaya di tempat anda tinggal, kondisi
alam, tentang cara masyarakat menjalani kehidupan sehari-harinya, sampai
masalah makanan dan mungkin kemajuan ”teknologi canggih” yang ada di
daerah tersebut.
Saya mempunyai pengalaman unik ketika menjalani Kuliah Kerja Nyata
(KKN) sekitar 20 tahun yang lalu. Di desa Kalisari, kecamatan Banyu
Glugur, desa di puncak gunung kapur yang letaknya tepat di atas PLTU
Paiton Probolinggo. Masyarakat di desa Kalisari pantang minum es degan
(kepala muda), padahal di sana banyak sekali tumbuh pohon kelapa. Nah,
teman-teman KKN saya sangat suka meminum degan dan ”hobi” meminta degan
kepada warga, dan warga dengan suka cita memanjatkan beberapa buah degan
hijau yang masih segar untuk dinikmati bersama-sama.
Tetapi ada satu hal yang membuat kami heran adalah ketika masyarakat
sana terheran heran ketika kami rela berpayah-payah turun ke bawah
gunung sejauh 15 kilometer untuk membeli esbatu (balok), maklum di desa
tersebut tidak ada aliran listrik. Ketika teman-teman meminum es degan
yang sangat lezat tersebut, masyarakat terbengong-bengong. Kami pun
terbengong-bengong keheranan mengapa masyarakat desa tersebut tidak mau
menikmati es degan yang kami buat dan kami usahakan bersusah payah.
Misteri tersebut terpecahkan di akhir bulan ke 2 saat kami hendak
mengakhiri KKN. Ternyata pernah kejadian dimana seorang warga desa
Kalisari meninggal gara-gara minum es degan. Sejak saat itu warga desa
Kalisari tidak mau lagi meminum es degan. Oalaaa … Ya, masih banyak
lagi, hal-hal unik, konyol, lucu dan mungkin menyeramkan yang menjadi
budaya suatu masyarakat yang belum diketahui pembaca.
Kalau anda berhasil mengeksplorasi hal-hal semacam ini, maka banyak
orang yang akan membaca dan menanti tulisan-tulisan anda. Jadi tidak
heran kalau suatu ketika anda naik pesawat dan saat anda membaca majalah
yang ada di kursi pesawat tersebut dan menemukan artikel tentang
perjalanan yang isinya seperti yang saya tuliskan yang ditulis oleh
seorang ”Profesional Traveller”. Baru dengar istilah Profesional
Traveller?
Profesional Traveller adalah seorang yang pekerjaannya “jalan-jalan”
dan dari ”jalan-jalan” tersebut dia membuat reportase dari tempat yang
dia kunjungi dan mendapatkan uang. Para Profesional Traveller tidak
hanya sekadar menuliskan perjalanan ”amatir” dengan biaya sendiri,
tetapi dibiayai pihak lain. Ya, para Profesional Traveller dikontrak
perusahaan tertentu yang biasanya berhubungan dengan wisata untuk
melakukan perjalanan dan menuliskan perjalanannya. Biaya perjalanan? Ya
itu tadi, seluruh biaya perjalanan ditanggung perusahaan plus honor yang
jumlahnya tidak sedikit. Menyenangkan bukan?
Saya mempunyai kenalan seorang blogger yang hobinya jalan-jalan dan
berwisata kuliner. Suatu ketika, saat dia ada “tugas” dari sebuah
perusahaan kecap nasional yang sedang mengadakan festival selama
beberapa hari di Malang, dia mengajak bertemu. Saya menemuinya di sebuah
hotel berbintang di kawasan elit kota Malang. Setelah ngobrol ke sana
ke mari, dia bercerita bahwa tugasnya meliput festival sebagai tugas
dari perusahaan yang mensponsori acara tersebut. Yang sangat
menyenangkan,dia diperbolehkan membawa istri dan dua anaknya selama
meliput festival tersebut. Setengah berbisik menyebutkan honornya.
“Kira-kira separoh harga sebuah mobil baru” .
Nah, menurut anda berapa besarnya honor kawan saya tersebut?
Berikut ini adalah kondisi yang kedua yaitu “Berprofesi Khusus atau Unik”
“Kira-kira separoh harga sebuah mobil baru” .
Nah, menurut anda berapa besarnya honor kawan saya tersebut?
Berikut ini adalah kondisi yang kedua yaitu “Berprofesi Khusus atau Unik”
Yang saya maksud ”berprofesi khusus dan unik” itu bisa terjadi pada
semua profesi asalkan yang bersangkutan memang mempunyai sudut pandang
atau lebih khusus mempunyai keahlian tertentu yang tidak dimiliki oleh
kebanyakan profesi tersebut.
Untuk mudahnya saya berikan contoh nyata. Beberapa waktu yang lalu
saya ikut upgrading pelatihan pengadaan barang dan jasa untuk instansi
pemerintah selama 5 hari. Pelatih (trainer) 2 orang yang cukup disegani
di dunia pengadaan. Kedua-duanya berumur kurang dari 38 tahun.
Orang pertama belum 10 tahun menjadi PNS sementara orang kedua resign
dari PNS setelah mengabdi 10 tahun. Yang menarik kedua orang tersebut
sering menjadi nara sumber atau konsultan pengadaan barang dan jasa
sampai tingkat kementerian. Lalu, apa kaitannya dengan menulis yang
menghasilkan uang?
Ya, kedua orang tersebut sama-sama “getol” menulis hal-hal yang
terkait dengan pengadaan barang dan jasa. Blog pribadi kedua orang
tersebut menjadi rujukan bagi para praktisi pengadaan barang/jasa
pemerintah, tidak hanya dari kalangan pemerintah, tetapi juga dari
kalangan penyedia (perusahaan yang menjadi pemasok kebutuhan pengadaan
barang/jasa di lingkungan pemerintahan).
Pada suatu sesi istirahat saya selalu menyempatkan untuk mengobrol
dengan keduanya. Yang sangat menarik dari perbincangan saya dengan satu
di antara mereka adalah cerita bagaimana “suka duka” sang trainer
tersebut ketika menerbitkan buku tentang pengadaan barang dan jasa untuk
pertama kalinya. Mulai ditolak penerbit, mengurus sendiri dan mengirim
buku yang dia tulis kepada pemesan, sampai-sampai istrinya yang sedang
hamil harus jadi asisten menangani pemesanan buku dari penjuru
Indonesia. Menurutnya, dari penerbitan buku pertama, dia mampu membeli
mobil baru. Membeli mobil dari menerbitkan buku? Begitulah adanya. Harap
diketahui, jangankan membeli mobil baru, banyak penulis yang kaya raya
dari hasil menulis.
Akan halnya soal menerbitkan buku, sekarang kondisinya berbalik.
Kalau dulu buku yang hendak diterbitkannya ditolak penerbit, sekarang
malah dia ”diburu” penerbit agar menulis buku (lagi) untuk diterbitkan.
Buku karyanya 4 (empat) buku dan sudah pula dalam bentuk digital yang
bisa diunduh dari toko online android (play store). Untuk mengunduh buku
karyanya pengunduh harus membayar sekian puluh ribu rupiah dan Sang
Trainer mendapat royalti dari penjualan melalui penjualan di play store.
Demikianlah contoh profesi unik atau langka yang saya maksud. Dari
segi pekerjaan, sebagai PNS pangkatnya tergolong rendah, tetapi dia
mempunyai keahlian yang tidak banyak orang mampu mempelajari keahlian.
Padahal, keahlian tersebut dibutuhkan oleh instansi-instansi pemerintah
dan para penyedia jasa yang konsumennya adalah instansi pemerintah.
Masih banyak contoh lain dari profesi yang unik dan kabar gembiranya,
anda bisa menjadi dan mempunyai profesi yang unik dan langka –apapun
pekerjaan yang anda tekuni saat ini– asalkan anda mau mengeksplorasi
lagi profesi anda tersebut secara mendalam. Profesi berbasis keahlian
khusus tersebut manakala anda tuliskan akan menghasilkan ”uang
sampingan” yang bisa lebih banyak dari gaji anda.
Tentu, profesi unik atau langka tersebut bisa mempunyai arti yang sebenarnya, dalam artian profesi utama yang tidak semua orang bisa atau bahkan tahu bagaimana menjalani profesi tersebut.
Tentu, profesi unik atau langka tersebut bisa mempunyai arti yang sebenarnya, dalam artian profesi utama yang tidak semua orang bisa atau bahkan tahu bagaimana menjalani profesi tersebut.
Di era internet yang sudah menjadi bagian penting dalam segala bidang
kehidupan ini, ada profesi yang mungkin tidak pernah terpikirkan atau
ada sebelumnya, dan kalaupun sudah ada, hanya sedikit orang yang mampu
melakukannya.
Mau tahu contohnya?
Penjual blog zombie!
Wah profesi apa pula itu?
Penjual blog zombie!
Wah profesi apa pula itu?
Secara singkat profesi tersebut adalah dimana seorang yang jualan
blog-blog yang sudah pernah mati atau di hapus oleh pemiliknya dan oleh
orang yang punya keahlian tersebut, blog-blog tadi dihidupkan dan
dijual.
Ya dijual, karena bisa jadi blog-blog yang sudah berumur tua dan
mempunyai Page Rank, Page/Domain Authoriti yang tinggi kalau dijual
harganya bisa tinggi pula. Harganya biasanya mulai dari Rp.10.000,00
sampai Rp 300 ribu. Bahkan, untuk blog-blog zombie yang pernah hebat
harganya bisa sangat mahal.
Kalau anda masih penasaran silahkan masukkan kata kunci “jual blog
zombie” (hilangkan tanda petiknya) di google dan silahkan baca-baca
hasil pencarian google tersebut. Ya itu sedikit contoh tentang profesi
unik dan langka yang bisa menguntungkan bagi seorang penulis. Sesuatu
yang jangankan orang kebanyakan melakukan, memikirkan saja tidak. Anda
sudah pernah melihat blog-blog zombie? Nah, itu kan. Banyak hal
”tersembunyi” di dunia ini yang sesungguhnya bermanfaat.
Sekali lagi, apapun profesi anda, anda bisa menjadi dan memiliki
potensi untuk menuliskan profesi anda, baik itu nantinya bisa anda
jadikan sebagai sumber utama penghasilan anda, atau menjadi penghasilan
sampingan seperti yang saya lakukan dengan kedua situs saya : http://www.jasaghostwriter.net dan www. jobhuntingcenter.com
Anda berminat?
Anda berminat?
Mulailah sekarang juga …
0 Comment to "Menulis (2.4): Kondisi Menguntungkan Bagi Seorang Penulis"
Post a Comment