Thursday, 8 December 2016

Menulis (5.6): ZMP Menjinakkan Kritik

Ersis Warmansyah Abbas
Ikhlaskan diri untuk belajar menulis. Jangan cederai dengan  berbagai gayutan, Insya Allah istiqamah menulis. Sekalipun hati panas dihujat, ikhlaskan, itu pahala.
ZMP. Hal paling melengket hasil ESQ Training yang digelar Ary Ginanjar Agustian adalah zero mind process (ZMP) yang dipraktekkan. Karena itu, selesai mengikuti ESQ Training di Jakarta Convention Center, 25-28 Desember 2003 menuliskan pengalaman berharga tersebut di harian Radar Banjarmasin.

Tulisan tersebut direspon gegap gempita. Sesuatu yang tidak terbayangkan. Ada yang sekeluarga menitikkan air mata membacanya. Atas permintaan pembaca rangkaian tulisan mengikuti ESQ Training dibukukan menjadi, Nyaman Memahami ESQ (Gama Media Yogyakarta, 2005). Pada sampul dalam ditulis: Dipersilakan memfotokopi, memperbanyak, atau menggandakan dalam bentuk apa pun asal dimaksudkan untuk pengembangan ilmu dan syiar agama Islam.

Sungguh pengalaman berharga. Mengikuti pelatihan empat hari kenangannya menjadi buku. Itu belum seberapa. Untuk proses membukukan dan menerbitkan didukung Rudy Resnawan, Walikota Banjarbaru (Rp.10 juta), Hermani Abdurrahman, Bank BPD kalsel (Rp.10 juta), Asep Kartiawan, PT Telkom (Rp.10 juta), Ramadifta (PT TELKOMSEL), Darmawan Jaya (Nebula Production), Rahmatullah (PT Giri Jaladhi Wana), Achmad Norsidi (Busana Mawar), Soeyono (CV Bew Oasis), Hamdi Djunaid (PT Benawa Group), Harun (pengusaha) M. Said (DPD RI), dan banyak bantuan lainnya yang kalau ditulis terlalu panjang. Pertanyaannya: kok bisa?

ZMP proses pengosongan pikiran, berserah diri. Ary, mematen dengan kalimah La Illahaillallah. Tidak ada selain itu. Sungguh dahsyat. Sesuatu yang selama ini hanya diucapkan dan tidak dipraktekkan. Saya berterima kasih kepada Ary ‘disadarkan’ bahwa sebagai Muslim kita diberkahi kekuatan batin.

Begitulah. Kami mengembangkan ESQ Training di Kalsel. Tepatnya, diajak Ogi Fajar Nuzuli (Wakil Walikota Bajarbaru), Darmawan Jaya Setiawan (Pengusaha Muda), Erwin Dede Nugrono (GM JPNN), M. Husni (pengusaha besar Kalsel).

Saya merasakan, di lubuk jiwa, tidak ada gayutan apa-apa selain berkehendak ‘membagi’ apa yang didapat. Ikhlas. Berbagai kendala dirasakan indah. Tidak membeban, tidak mematahkan, tidak membunuh. Bahkan, tidak mengharapkan keuntungan finansial atau pun popularitas. ZMP dipraktekkan. Itu saja. Kami sukses mengembangkan ESQ Training yang berbuah terjalinnya network dengan banyak orang hebat di republik ini.

Apa yang paling berharga bagi Ersis? Memohon pada Allah SWT diberi kemudahan menulis. Berbagi hal-hal baik dan positif. Terlepas, karena saya memang bukan orang suci, karena itu kelakuan dan tulisan jauh dari hal ideal, kiranya berberkah. Alhamduillah, ZMP, berserah diri bukan saja berbuah lancar menulis, tulisan dan buku-buku mengalir, tetapi juga ‘santai saja menghadapi aneka kritik dan hujatan. Disakiti berarti dihadiahi pahala.

Dengan kata lain, kendala yang dihadapi, pelecehan yang tidak tertanggungkan, atau hujatan atas kampanye menulis —baca saja di internet— ada saja ketololan yang ditimpakan. Biar saja. Kalau kontributif konstruktif ambil manfaat, kalau destruktif, enyahkan. Damaikan di jiwa.

Bertahun-tahun membagi buku secara gratis, salah meneh. Dituding mencari popularitas. Satu contoh kecil, seorang penulis kondang yang kini berjaya di kancah nasional, mendapat penghargaan majalah TEMPO, pada awalnya ditolak ketika mengirim uang karena sharing menulis. Sumpah. Tidak bermimpi dikirimi uang yang kalau ditotal sudah puluhan juta, plus buku-buku (mahal) terbitan terbaru. Terima kasih kawan.

Bantuan seperti itulah yang digunakan untuk menerbitkan buku, juga buku teman-teman. Banyak yang mau membiayai agar menjadikan menulis sebagai arena bisnis. Alhamdulillah, sejauh ini cukuplah berbagi. Entah nanti kalau memerlukan ‘pegawai’ demi memotivasi menulis dalam skala lebih luas.

Sekali lagi, ikhlaskan diri untuk belajar menulis, membelajarkan diri. Jangan cederai dengan berbagai gayutan, Insya Allah istiqamah menulis. Sekalipun hati panas dihujat, ikhlaskan, itu pahala. Diberi pahala oleh penghujat, dan kita mendapat lahan menguatkan batin.
Allah mempunyai cara yang tidak bisa ditebak berkahnya. ZMP adalah atom batin yang perlu dimaknai dan diaplikasikan. Amin.

Bagaimana menurut Sampeyan?

Share this

0 Comment to "Menulis (5.6): ZMP Menjinakkan Kritik"

Post a Comment